Kamis, 09 Mei 2013

Kuasa perkataan Bunda Teresa


By on 12.28



Bunda Teresa (Agnes Gonxha Bojaxhiu; lahir di Üsküb, Kerajaan Ottoman, 26 Agustus 1910 – meninggal di Kalkuta, India, 5 September 1997pada umur 87 tahun) adalah seorang biarawati Katolik Roma keturunan Albania dan berkewarganegaraan India yang mendirikan Misionaris Cinta Kasih (bahasa Inggris: Missionaries of Charity) di Kalkuta, India, pada tahun 1950. Selama lebih dari 45 tahun, ia melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan sekarat, sementara membimbing ekspansi Misionaris Cinta Kasih yang pertama di seluruh India dan selanjutnya di negara lain. Setelah kematiannya, ia diberkati oleh Paus Yohanes Paulus II dan diberi gelar Beata Teresa dari Kalkuta.
Pada 1970-an, ia menjadi terkenal di dunia internasional untuk pekerjaan kemanusiaan dan advokasi bagi hak-hak orang miskin dan tak berdaya.Misionaris Cinta Kasih terus berkembang sepanjang hidupnya dan pada saat kematiannya, ia telah menjalankan 610 misi di 123 negara, termasuk penampungan dan rumah bagi penderita HIV/AIDS, lepra dan TBC, program konseling untuk anak dan keluarga, panti asuhan, dan sekolah. Pemerintah, organisasi sosial dan tokoh terkemuka telah terinspirasi dari karyanya, namun tak sedikit filosofi dan implementasi Bunda Teresa yang menghadapi banyak kritik. Ia menerima berbagai penghargaan, termasuk penghargaan pemerintah India, Bharat Ratna (1980) dan Penghargaan Perdamaian Nobel pada tahun 1979. Ia merupakan salah satu tokoh yang paling dikagumi dalam sejarah. Saat peringatan kelahirannya yang ke-100 pada tahun 2010, seluruh dunia menghormatinya dan karyanya dipuji oleh Presiden India, Pratibha Patil.


Berikut adalah salah satu puisi yang ditulis oleh Bunda Teresa:
Orang sering keterlaluan, tidak logis, dan hanya mementingkan diri;
Bagaimanapun, maafkanlah mereka.

Bila kamu baik hati, bisa saja orang lain menuduhmu punya pamrih;
Bagaimanapun, berbaik hatilah.

Bila kamu sukses, kamu akan mendapat beberapa teman palsu, dan beberapa sahabat sejati;
Bagaimanapun, jadilah sukses.

Bila kamu jujur dan terbuka, mungkin saja orang lain akan menipumu;
Bagaimanapun, jujur dan terbukalah.

Apa yang kamu bangun bertahun-tahun mungkin saja dihancurkan orang lain dalam semalam;
Bagaimanapun, membangunlah.

Bila kamu mendapat ketenangan dan kebahagiaan, mungkin saja orang lain jadi iri;
Bagaimanapun, berbahagialah.

Kebaikan yang kamu lakukan hari ini mungkin saja besok sudah dilupakan orang;
Bagaimanapun, berbuat baiklah.

Bagaimanapun, berikan yang terbaik dari dirimu

Kamu melihat,
Akhirnya ini adalah urusan antara kamu dan Tuhanmu;
Bagaimanapun, ini bukan urusan antara kamu dan mereka.


Tentang Powel Muntu

Powel hanyalah seorang anak desa yang ingin selalu berusaha membahagiakan orang-orang yang di cintainya juga kepada orang-orang yang mencintainya.

0 komentar:

Posting Komentar